Memaknai Kehidupan Kasih

Oleh Pdt. Albert Natan Kurniawan
Gembala Jemaat GPdI Barito
1 Yohanes 2:5-6
”Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Tidak ada hal yang lebih penting dari-pada belajar mengasihi. Malah se-benarnya, kecermatan kita menyem-purnakan hidup kasih akan menentukan jumlah kehendak Tuhan yang sempurna yang dapat kita capai. Itu karena setiap kekuatan rohani lain memperoleh tin-dakannya dari kasih. Misalnya, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa iman bekerja oleh kasih.
Dan doa yang terkabul hampir mustahil terjadi bila seorang percaya melangkah keluar dari kasih dan menolak untuk mengampuni saudaranya.
Matius 6:14-15
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Tanpa kasih, pemberian kita takkan berhasil.
Kalau kita tidak mengampuni saudara kita , maka Bapa di surga juga tidak akan mengampuni kita . Bagaimana doa kita dapat terkabulkan. Tanpa kasih pemberian kita takkan berhasil. Berbicara dengan bahasa roh dan bernubuat takkan berhasil. Iman gagal dan pengetahuan tidak ada faedah apa-apa. Semua kebenaran yang telah kita pe-lajari dari firman Tuhan bekerja oleh kasih. Semua itu takkan bermanfaat bagi kita jika kita tidak menghayati kasih Tuhan.
Kitab 1 Korintus 13:4-8 melukiskan sebuah gambaran sempurna dari cara kasih berperilaku. Kasih itu sabar dan murah hati. Kasih tidak cemburu atau sombong. Kasih tidak berperilaku kasar atau serakah dan tidak mudah tersinggung. Kasih “menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”
Ini kedengarannya seperti perminta-an yang dilebih-lebihkan, bukan? Tetapi jangan putus asa.Kita seorang makhluk kasih. Tuhan telah menciptakan kembali roh kita hidup dalam cinta kasih. Dan Dia telah mengutus Roh kasih-Nya untuk tinggal dalam diri kita dan me-ngajar kita cara mengasihi seperti Dia mengasihi kita. Kita dapat menghayati ke-hidupan kasih. Mengapa tidak kita mulai hari ini ?
Mari kita mulai hari belajar untuk saling mengasihi, dengan demikian, kita telah belajar untuk menjadi serupa dengan Bapa kita di surga.
Tuhan Yesus memberkati.
Pengumuman


Persembahan & Persepuluhan

Diakonia




Leave a Reply