Senjata Ampuh Puji-pujian

Oleh Pdt. Albert Natan Kurniawan
Gembala Jemaat GPdI Barito
Mazmur 9:2-4
“Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi, sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu”.
Jangan pernah meremehkan pentingnya puji-pujian kepada Tuhan. Itu merupakan salah satu senjata rohani terampuh yang kita miliki. Pujian-pujian itu lebih merdu dari pada sebuah lagu atau sepatah kata pembangkit semangat tentang Tuhan.
Pujian Itu menghasilkan sesuatu kemenangan. Dan pujian itu juga menyalurkan hadirat Tuhan sendiri. Dan apa bila hadirat Tuhan muncul, semua musuh kita terpukul kalah dan mundur. Penyakit tidak dapat tinggal di tubuh kita. Kemiskinan tidak dapat tinggal di rumah kita.
Bahkan keletihan jasmani harus lenyạp bila dihadapi dengan puji-pujian sejati yang penuh sukacita. Saya mengetahui itu dari pengalaman pribadi. Ber-tahun-tahun yang lalu tepatnya 35 tahun yang lalu, ketika saya mengalami penyakit akut Lever saya mengalami kesembuhan total lewat Pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Saya melayani dan meletakkan tangan atas penderita sakit yang saya derita selama ber-jam-jam di tubuh saya bagian perut dan menyatakan dengan Iman lewat pujian dan penyembahan , bahwa penyakit saya sudah sembuh , saya bermazmur bagi Tuhan. Dan puji Tuhan, lewat pujian dan penyembahan kepada Tuhan saya menemukan kuasa Tuhan terjadi dalam diri saya.
saya teringat pengalaman yang saya alami 35 tahun yang lalu, dimana Roh Tuhan bekerja dan mengingatkan kepada saya bahwa yang saya perlukan ialah bersukacita di dalam Tuhan lewat pujian dan penyembahan. Jadi, itulah yang saya lakukan sampai hari ini. Saya mulai memuji-muji Tuhan dengan segenap hati, pikiran dan tubuh saya.
Tahukah saudara apa yang terjadi ? Ketekutan, kekwatiran, sirna dalam diri saya, dan yang timbul adalah kekuatan dan kelegaan dalam diri saya. Dan saya dikuatkan dengan hadirat Tuhan! Dan saya menerima kesembuhan secara supranatural dalam diri saya, sampai hari ini sudah 36 tahun penyakit itu tidak pernah terdikteksi ada dalam diri saya, saya checkup setiap tahun, termasuk lever saya, dan puji Tuhan dokter menyetakan sembuh total seperti saya memiliki lever yang baru dari Tuhan. Ajaib Tuhan yang saya sembah, Dia adalah Tuhan yang hidup bukan Tuhaan yang mati . Itulah kesaksian saya pribadi. Lawanlah setiap penyakit kita, persoalan kita, apapun persoalan kita lewat PUJIAN DAN PENYEMBAHAN kepada TUHAN.
Bila iblis kelak mencoba menahan keberhasilan kita, menguras kita dari kekuatan, kekayaan dan kemenangan kita, pukul mundurlah dia dengan senjata ampuh pujl-pujian itu. Angkatlah tangan, suara dan segenap hati kita kepada Tuhan. Pujilah Dia!
2 Tawarikh 20:15-22
(15) dan berseru: “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.(16) Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel. (17) Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.” (18) Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya. (19) Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring. (20) Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: “Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!” (21) Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” (22) Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.
Hari ini mari kita memulai hidup kita ini dengan belajar untuk menaikan Pujian dan Penyembahan kepada Tuhan , maka kita akan melihat kemenangan yang dari pada Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati
Pengumuman






Persembahan & Persepuluhan

Diakonia




Leave a Reply